Kumpulan hasil analisis spasial multisektoral yang telah disusun oleh Kementerian/Lembaga untuk mendukung perencanaan pembangunan nasional berbasis data geospasial.
Analisis jaringan (network analysis) untuk mengukur waktu tempuh dan jarak dari setiap kecamatan ke pusat pertumbuhan terdekat, mengidentifikasi daerah-daerah yang masih terisolasi dari akses jalan.
Identifikasi wilayah yang tidak terlayani oleh moda transportasi umum (darat, laut, udara) secara terintegrasi untuk mendukung perencanaan konektivitas antarmoda nasional.
Pemetaan rute tol laut, pelabuhan singgah, dan analisis kekosongan distribusi logistik (last mile gap) di kepulauan terluar Indonesia.
Evaluasi kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman pangan strategis berbasis analisis multi-kriteria dengan mempertimbangkan jenis tanah, curah hujan, lereng, dan ketinggian.
Pemantauan kesehatan tanaman padi melalui indeks NDVI dari citra Sentinel-2 untuk mendeteksi dini potensi gagal panen dan anomali produksi di sentra pertanian nasional.
Analisis spasial disparitas harga bahan pokok antara wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dengan kota besar, memetakan rantai distribusi dan titik-titik bottleneck penyebab inflasi.
Simulasi genangan banjir 100 tahunan di DAS prioritas menggunakan model hidrologi-hidrolika untuk mendukung perencanaan sistem drainase dan mitigasi risiko di kawasan perkotaan.
Penghitungan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) berbasis spasial yang mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas daerah dalam satu tampilan peta komposit.
Pemodelan jalur evakuasi yang aman dan efisien dari zona rawan gempa dan tsunami menuju titik kumpul, mempertimbangkan kapasitas jalan dan waktu evakuasi minimum populasi.
Pemantauan perubahan tutupan hutan tropis berbasis citra Landsat dan Sentinel multi-temporal untuk menghitung laju deforestasi tahunan dan mengidentifikasi hotspot tekanan terhadap hutan.
Penghitungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup berbasis Jasa Ekosistem (Ecosystem Services) di tingkat kabupaten/kota sebagai dasar perencanaan RPJMD.
Interpolasi data kualitas udara dari stasiun AQMS dan data satelit TROPOMI untuk menghasilkan peta konsentrasi polutan PM2.5 dan NO2 di kawasan metropolitan.
Model proyeksi distribusi spasial penduduk berbasis skenario pertumbuhan dan arah migrasi untuk mendukung perencanaan infrastruktur dan pelayanan publik jangka panjang.
Analisis spasial kesenjangan akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan air bersih antar kecamatan untuk mengidentifikasi prioritas intervensi program pemerataan.
Penentuan lokasi optimal pembangunan Puskesmas dan rumah sakit baru berbasis analisis jangkauan layanan (service area) dan kepadatan penduduk yang belum terlayani.
Proyeksi spasial kebutuhan daya listrik berbasis pertumbuhan ekonomi regional dan rencana kawasan industri untuk mendukung penyusunan RUPTL PLN.
Analisis konsentrasi spasial sektor-sektor ekonomi unggulan untuk mengidentifikasi klaster industri potensial dan merumuskan kebijakan pengembangan kawasan ekonomi berbasis keunggulan komparatif.
Estimasi dampak spasial investasi infrastruktur (jalan, listrik, air bersih) terhadap pertumbuhan PDRB menggunakan model ekonometrika spasial multi-lag.