“Pemetaan dan analisis spasial kawasan rawan banjir, longsor, dan kekeringan di seluruh wilayah Indonesia yang semakin kritis akibat perubahan iklim global.”
Indonesia merupakan salah satu negara paling rentan terhadap bencana hidrometeorologi di dunia. Perubahan iklim global telah memperparah frekuensi dan intensitas kejadian banjir, longsor, dan kekeringan ekstrem. Tahun 2025 mencatat rekor kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi sepanjang sejarah pencatatan BNPB, dengan total lebih dari 3.500 kejadian.
Analisis multi-kriteria menggunakan data DEM, curah hujan historis, tutupan lahan, dan kepadatan penduduk menghasilkan peta risiko banjir dengan resolusi 30 meter. Wilayah pesisir utara Jawa dan dataran rendah Kalimantan menunjukkan risiko tertinggi secara konsisten dalam 10 tahun terakhir. Pemodelan prediktif menggunakan AI menunjukkan potensi peningkatan luas area terdampak 18% pada 2030.
Penguatan sistem peringatan dini berbasis data spasial real-time, revitalisasi daerah aliran sungai, dan penerapan tata ruang berbasis risiko bencana menjadi prioritas mitigasi jangka menengah. Program Desa Tangguh Bencana perlu diperluas dari 4.000 menjadi 20.000 desa pada 2029 dengan dukungan anggaran yang memadai.
Bagikan StoryMap ini
Sebarkan narasi spasial kepada rekan dan masyarakat