“Studi komparatif perkembangan kawasan metropolitan Jakarta, Surabaya, dan Medan dalam perspektif tata ruang dan kualitas lingkungan hidup perkotaan.”
Kawasan metropolitan di Indonesia tumbuh rata-rata 3,2% per tahun, jauh melampaui kapasitas infrastruktur yang tersedia. Fenomena urban sprawl menyebabkan alih fungsi lahan pertanian produktif dan perluasan kawasan rentan banjir di pinggiran kota yang seharusnya menjadi daerah resapan air. Kepadatan yang tidak direncanakan berujung pada kemacetan kronis dan penurunan kualitas udara.
Ketidaksesuaian antara RTRW yang telah disahkan dengan realisasi pemanfaatan lahan aktual mencapai 27% di beberapa kota besar. Lemahnya penegakan hukum tata ruang dan kurangnya koordinasi antar daerah menjadi penyebab utama. Digitalisasi sistem pengendalian pemanfaatan ruang berbasis GIS dan penguatan PPNS ATR/BPN menjadi solusi yang tengah dipercepat implementasinya.
Bagikan StoryMap ini
Sebarkan narasi spasial kepada rekan dan masyarakat